Bertahanlah, dan janganlah tertipu dengan waktu luang...

On Monday, November 15, 2010 0 komentar


Pernahkah kau merasa dalam posisi terjepit? terlilit tugas yang kian menghimpit? rezeki pailit? mencari waktu tuk istirahat pun sulit, sampai mata jadi pada sipit-sipit? (:p)

Di saat seperti itulah kesabaran kita diuji, sampai seberapa jauh kita mampu bertahan, jalan da'wah memang bukanlah jalan unutk bersenang-bersenang serta bersantai ria, menikmati gemerlap semu dunia. Jalan ini jalan perjuangan, jalan ketegaran dan kesabaran, serta jalan penantian menuju akhir yang memuaskan. 

Mereka yang berada di jalan ini, adalah manusia terpilih, manusia yang 'harusnya' siap mengorbankan segalanya, seluruh jiwa dan raga, harta, waktu, serta tenaga. Semuanya! Mereka yang berada di jalan ini seharusnya mengetahui bahwa ini bukanlah jalan tuk bermain-main, ini bukanlah jalan yang kita dapat pulang-pergi seenaknya. Ini jalan para nabi dan syuhada, jalan para pejuang-Nya. Kita dituntut tuk bersungguh-sungguh, tak mengeluh apalagi menuntut. 


Kutahu, satu hal yang ingin kau miliki, waktu luang? waktu luang meski hanya sedikit tuk beristirahat, bukan? Jalan ini memang menuntut seluruh waktu luangmu, kala semua bekerja kita bekerja, dan saat mereka beristirahat, kita masih tetap bekerja. 
Namun, jangan kau keluhkan apalagi menuntu waktu luangmu.
Bersyukurlah kita masih berada di jalan ini, jalan perjuangan ini, jalan yang tak dapat ditempuh oleh manusia yang biasa. Inilah jalan kita, di sini integritas kita diuji, sampai seberapa jauh kita dapat bertahan dan terus melangkah.

Bersyukurlah, karena Allah masih melindungi kita dari jebakan waktu luang. Bersyukurlah Allah masih menyibukkan kita dengan semua tugas dan amanah yang menghimpit sampai merenggut seluruh waktu luang kita. 
Sungguh, waktu luang itu amat berbahaya. Waktu luang yang kau impikan itu sungguh amat membahayakan. Kau kan merasakan betapa bahayanya waktu luang saat kau mulai terlena dengannya. Saat kau mulai masuk dan terbuai dengan semua fasilitas yang membuatmu melupakan segalanya. Ketika kau mulai melalaikan amanahmu, itulah titik pertama kehancuran kita. Saat kita mulai mencintai waktu luang kita, saat kita tak mau lagi bergerak karena dunia ini begitu menyenangkan, memanjakan dengan waktu luang yang kita dapatkan, hingga kita tak mau kembali ke jalan perjuangan itu.

Waktu luang memang begitu menyesatkan, membuai serta menghanyutkan kita pada rasa nyaman, membuat  kita membandingkannya dengan rasa letih saat berada di jalan perjuangan. 
Namun, janganlah engkau terpedaya, saudaraku.
Masihkah kau ingat dengan janji Allah? Ingatlah kita hidup hanya sementara, untuk apa kita bersantai dan menuntut rasa nyaman di dunia yang semu ini? Bukankah surga obesesi kita? Bukankah Islam tegak di bumi misi kita?

Kita, di sini tu berjuang mencari ridhanya. Kita di sini, berjuang tuk dapat bertemu dengan-Nya. Kita di sini berjuang agar kita tak malu nanti-Nya. Kita di sini berjuang, agar kita dapat beristiharat di tempat terbaik-Nya, di tempat yang Dia janjikan. Tempat yang kekal, yang disediakan bagai mereka yang telah berjuang di jalan-Nya...

Maka, Bertahanlah saudaraku dan janganlah tertipu dengan waktu luang...
Read more ...»

Kekurangan yang melejitkan...

On Saturday, November 13, 2010 0 komentar


"Nyalakanlah lenteramu, dan janganlah mencerca kegelapan..."

Jangan pernah engkau putus aja karena kau memiliki banyak kekurangan...
Jangan pernah kau menyalahkan kekuranganmu. Jangan lihat seberapa banyak kekuranganmu, namun lihat bagaimana kau menjadikan kelemahanmu itu sebagai sebuah potensi besar yang MELEJITKAN. Orang-orang besar lahir dari orang-rang yang biasa, banyak memiliki kekurangan. Yang membedakan adalah mereka MAU menjadai LUAR BIASA, dan mereka MAU BERUSAHA. Mereka MAU keluar dari zona NYAMAN mereka. Mereka mendobrak pintu KEPUTUSASAAN, mereka mendobrak pintu KEMALASAN.
Mereka BERJUANG, mereka tak hanya duduk menggerutukan nasib dan kekurangan yang kian hari kian dipertanyakan. Kekurangan yang kian hari kian banyak ditemukan.

Untuk apa mencari-cari kekurangan kita? Bukankah masih banyak kelebihan kita? 
Bukan kah masih ada celah tuk menutupi bahkan melejitkan kekurangan kita?
Lalu tunggu apalagi? Dunia ini sungguh sangat sebentar jika hanya dihabiskan tu bensandar...
Di dunia, kita hanya hidup sekali. Tidakkah kau ingin mengukir prestasi?

Di tengah segala kekurangan kita, yakinlah. Allah memberi masalah untuk kita pecahkan. Allah memberi kita kekurangan untuk kita lejitkan. Allah ingin melihat seberapa besar keinginan kita tuk berubah. Menciptakan potensi ditengah keterbatasan kita. Allah ingin melihat seberapa jauh kita sanggup melangkah menuju hidayah. Menuju akhir yang full BAROKAH. 

Mari kita buktikan. Mari kita tunjukkan bahwa kita mampu melakukan PERUBAHAN. Menciptakan suatu KEBERMANFAATAN. Mulai dari sini, mari kita lenyapkan pintu KEMALASAN. Mari kita manfaatkan semua potensi kita, bahkan kekurangan yang kita keluhkan.

Perubahan tidaklah mutlak sesuatu yang signifikan, mulailah dari sedikit perubahan-perubahan kecil. Kecil, namun berkelanjutan. Sedikit demi sedikit mulai menjadi lebih baik. Bukankah itu lebih baik dari pada perubahan besar yang hanya sebatas angan-angan, tanpa action yang nyata. Jangan meremehkan perubahan kecil, karena perubahan itu dinilai bukan dari segi kuantitasnya, namun seberapa hebat kualitasnya.
Terkadang memulai suatu perubahan adalah suatu hal yang menyulitkan, terlebih jika perubahan itu menuju ke arah yang lebih baik. Itulah, ujiannya. Baru mau memulai saja sudah diuji dengan rasa takut dan tak mau memulai, takut gagal, dan lain sebagianya. Saat berhasil memulai, kita pun masih diuji dengan rasa malas, bosan, bahkan ingin berhenti. Ujian inilah yang kan menentukan, siapa yang benar0benar ingin berubah serta siapa yang hanya bersemangat di awal saja. Di sinilah, integritas kita diuji, sampai seberapa mampu kita mempertahankan perubahan yang kita lakukan. Di sinilah kita diuji seberapa kuat kita mempertahankan diri ini  tuk terus menjaga serta meningkatkan peran kita, potensi kita. Di sinilah kita diuji!

Maka, bersiaplah. Bersiaplah untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Meski ujian kan datang menghampiri, meski ujian itu kan datang bertubi-tubi. Bersiaplah. Mari kita sambut dan mulai perubahan kita, percayalah semua yang baik akan berakhir dengan baik jika kita ikhlas melakukannya. Semua kan berakhir dengan baik jika kita terus menjaga, mempertahankan, serta meningkatkan kualitasnya....

Orang hebat, tak selalu bermula dari yang hebat...
Orang hebat bermula dari orang yang mau BERUBAH, serta selalu tanggap terhadap MOMENTUM.

Read more ...»

Jangan meremehkan yang kecil...

On Friday, November 12, 2010 0 komentar

Mulailah dari yang kecil, janggan anggap remeh yang kecil...

Jangan remehkan yang kecil, sebuah kata yang amat familiar di telinga kita. Namun, pengaplikasiannya?
Masih banyak manusia yang meremehkan yang kecil, padahal tak jarang yang kecil itulah penentunya. Seperti kisah pelacur yang masuk surga hanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan. Juga kisah  wanita yang masuk neraka karena menelantarkan seekor kucing. Kecil, namun menentukan, maka janganlah kau meremahkan yang kecil.

"Ikhlaskanlah agamamu, niscaya amal yang sedikit pun mencukupimu..."
Sesuatu yang kecil itu pun menentukan. Kecil namun continue, bukankah itu lebih bermakana daripada sesuatu yang besar namun hanya dilakukan sekali?
Maka janganlah meremehkan yang kecil. Sesuatu kebaikan kecil yang dilakukan continue kan menjadi amal unggulan. Kebaikan kecil yang dilakukan itu pun kan menjadi suatu kebiasaan, kebiasaan yang menyelamatkan. Kebiasaan yang membuat kita tuk terus bertahan. Kebiasaan yang tertanam tajam, hingga kita tak mampu meninggalkannya...
Itulah, kekuatan continuetas.

"Tidak ada dosa kecil yang dilakukan secara terus-menerus, dan tidak ada dosa besar apabila dimohonkan ampunan..."
Kecil, namun membahayakan. Itulah dosa kecil  yang kita remehkan. Kecil yang melenakan, hingga tubuh ini tak lagi mampu menggerakkan. Terkekang dalam dosa kecil yang membutakan, melenakan serta meyesatkan.
Tak jarang karena dosa kecil itulah yang menyusahkan diri ini tuk melakukan kebaikan...
Dosa kecil yang kita remehkan itu pada akhirnya kan membuat kita sulit melangkah melakukan perbaikan, mengekang diri dengan rasa malas, menghambat perubahan...
Semua itu hanya karena dosa kecil yang kita remehkan, maka saudaraku...

Jangan kita meremehkan yang kecil...

Read more ...»

Beramal, bukan tuk Terkenal...

On Thursday, November 11, 2010 0 komentar

Penulis yang terlena dengan banyaknya karya, silau dengan kemilaunya  ketenaran, dan tertipu dengan manisnya pujian orang adalah penulis yang gagal. (Dr. 'Aidh al-Qarni)
Kepopuleran, banyak jumlah dan pujian  bukanlah sebuah jaminan kualitas. Sayangnya, perkembangan zaman mengubah paradigma. Menjadikan kepopuleran diatas segalanya, kepopuleran yang mengotori niat-niat, menjajah pikiran, membutakan visi dan misi di awal perjuangan ini...

Bukankah banyak, murabbi di belahan dunia ini yang mampi menghasilkan tulisan yang menggugah hati mutarabbinya meski ia tak populer di masyarakat. Bukankah tak jarang satu tulisan itu menjadi dasar yang tertanam tajan di benak seseorang, sebuah tulisan yang menggugah dan menarik hati untuk terus bertakwa pada Rabb-Nya. Menjadi populer bukanlah jaminan tulisan tersebut mampu menyentuh setiap mata yang membacanya, banyak menghasilkan karya pun tak menjamin semua karya kan mendorong seseorang tuk berubah menjadi lebih baik... 
Bukan KUANTITAS yang menjadi tujuan utamanya, namun KUALITAS. Lihatlah betapa tulisan itu kian hebatnya menggugah setiap diri yang membacanya, mendorong tuk melakukan kebaikan... 
Itulah sasarannya, menulis tuk BERAMAL bukan untuk TERKENAL... itulah yang membedakannya..

Saudaraku,
Masihkah dalam diri ini terbesit niatan-niatan selain tuk beramal?
Masihkah telinga ini berharap tuk mendengar sebuah pujian yang sesungguhnya kan menyesatkan?
Masihkah hati ini berharap untuk sesuatu selain keridhoan-Nya?

Istighfarlah saudaraku...
Sebagai manusia yang dhoif, tentu hati ini masih tercampuri urusan semu dunia, telinga ini pun masih berharap puja-puji, dan diri ini pun masih berharap tuk menjadi populer di mata orang...
Namun,
Apakah kau rela menukar keridhoan-Nya? 
Apakah kau rela mengotori niat-niat yang suci itu?
Apakah kau rela tulisan ini hanya menjadi sebuah tulisan tanpa makna?
Apakah kau masih saja rela menjadikan tulisan ini sarana untuk meraih keuntungan semu semata?
Relakah kau melihat manusia semakin terjerumus dalam kemaksiatan tanpa bisa kita mencegahnya?

Melalui tulisan inilah kita berdakwah, 
Malalui tulisan inilah kita mencoba tuk lebih bermanfaat,
Inilah ladang amal kita, saudaraku...
Melalui tulisan inilah kita berdakwah, mencoba menggugah hati-hati yang gundah, mendorong hati-hati yang masih gelisah... Mencoba menbangkitkan semangat tuk berubah...
Inilah medan kita, inilah langkah awal kita...

Jadi, bertahanlah saudaraku...
Biarlah Allah yang membalas segalanya...
Biarlah Allah meridhoi tujuan awal kita..
Biarlah Allah menyertai kita... dalam setiap huruf, setiap kata dan setiap paragraf  tulisan ini, 
agar tulisan ini tak hanya sekedar tulisan tanpa makna...

Melalui tulisan kita berdakwah,
Melalui tulisan inilah kita mulai melangkah...


Read more ...»

Teruslah memperbaharui niat...

On Wednesday, November 10, 2010 0 komentar


teruslah perbaharui niat…
teruslah perbaharui niat…
dan teruslah perbaharui niat…

ya, teruslah perbaharui niat kita, saudaraku…
karena boleh jadi saat pertama kita menapaki jalan ini niat kita murni hanya untuk Allah, tapi siapakah  yang mampu memberikan garansi bahwa niat ini akan terus murni hingga akhir, tanpa satupun nafsu dunia yang melingkupi?
untuk itulah,
kita perlu memperbaharui niat…
jangan sampai perjuang ini terkotori niat-niat yang hanya bersifat semu semata,
terkekang dalam fatamorhana dunia. merana dalam amal dan perbaikan. terjebak dalam kenistaan yang nyata…

maka, perbaharuilah niat kita saudaraku…

tentu kita masih ingat bahwa niatlah penentu suatu amalan. jika niat bersih dan murni maka hasilnya pun kan berbanding lurus dengan niatan kita tersebut…
lalu, saudaraku…
pernahkah klaian berpikir bahwa kesucian dan kemurnian niat kita kan menjadi faktor utama keberhasilan amalan kita?
ketika niat-niat kita ini mulai terkotori oleh nafsu sesaat, itulah yang akan menjadi kerikil-kerikil penghalang dakwah kita… menjadi penghambat amal unggulan kita, menghancurkan kekokohan bangunan dakwah kita, meleburkan semangat kita dalam terpurukan…
bahkan berpotensi menimbulkan perpecahan dalam lingkup ukhuwah kita…

maka, saudaraku… sekali lagi…
perbaharuilah niat kita…

bulatkan tekad tuk bergerak, berdakwah, dan biarlah Allah yang membalasinya…
terus semangat saudaraku,
semoga Allah meridhoi jalan kita…

Allahu Akbar!!!

Read more ...»

Tetaplah di sini...

On 0 komentar

Tetaplah di sini saudaraku...
Di jalan KEIMANAN. Di jalan KEISLAMAN, Tetaplah bersama-sama meniti jalan ini sampai usai. Kita semua mungkin telah letih. Karena perjalanan ini memang amat panjang dan amat berliku. Tapi, tetaplah di sini dan jangan menjauh. Yakinlah, kenikmatan yang kita teguk di jalan ini, jauh lebih banyak ketimbang yang dilakukan oleh orang-orang yang lalai. Keindahan yang kerap dibanggakan oleh mereka yang jauh di jalan ini. Jangan berharap atau tertipu dengan fatamorgana yang jauh dari tuntunan Allah SWT.

Tetaplah di sini, saudaraku...
Mari kita bergerak di saat manusua istirahat. Mari kita bekerja saat manusia lain diam. Jangan tertipu oleh gemerlap hidup orang lain. Ingatlah bahwa amal yang kita lakukan nilainya ada pada bagaimana kita mengakhiri hidup dengan amal shalih itu. Jadilah orang yang selalu mencari ridho-Nya.

Tetaplah di sini, saudaraku...
KIta mungkin akan memulai perjalanan yang lebih mendaki dan terjal. Tapi di sanalah kita berharap bisa bersama merasakan kenikmatan yang kita idam-idamkan. Maka ucapkanlah "Alhamdulillah" atas seluruh keadaan yang kita alami. Meski kebersamaan ini sungguh, menguras keringat dan meletihkan sendi-sendi. Tetaplah di sini...
Read more ...»

Ikhlaslah...

On 0 komentar

Keikhlasan. Sebuah kata yang begitu agung. Sebuah kata yang tak setiap manusia dapat mengamalkannya. Kata itu memang sangat familiar di telinga ini. Kata itu pun dengan mudahnya meluncur dari mulut kita...
Namun, bagaimana penrapannya? Sungguh itulah masalahnya. Apakah kita mampu menerapkannya, semudah kita mengucapkannya...

Ikhlaslah dengan keputusan Allah...
Meski itu sulit, meski itu tak sejalan dengan keinginan diri ini...
Ikhlaslah.... 
Ikhlaslah dengan segala keputusan-Nya. Ikhlaslah denga semua ketetapan-Nya.

Bukankah Allah yang lebih MENGETAHUI, sedangkan kita tidak...
Bukankah Allah selalu memberi yang TERBAIK, meski kita kadang tak menyadarinya...
Bukankah Allah selalu memberi HIKMAH, dibalik semua ketetapan-Nya...

Maka, ikhlaslah...
Ikhlaslah dengan segala ketetapan-Nya, ikhlaslah dengan semua keputusan-Nya...
Percayalah Allah akan membalas semuanya, dan kan membuatmu tersenyum pada waktunya...

Ikhlaslah, karena dengan ikhlas kau kan merasa nyaman,
Dengan ikhlas, kau takkan lagi menuntut dan menyalahkan keadaan...
Dengan ikhlas, kau kan terus BERTUMBUH...
Hingga pada akhirnya diri kan sepenuhnya IKHLAS pada seluruh keputusan Rabb-Nya...
Read more ...»