Saat ku Merindukan Sang Cahaya...

On Tuesday, December 14, 2010 0 komentar

mengalun, bagai untaian nada-nada indah
terpilin, mengudara ke angkasa luas…
bagai bait-bait do’a yang begitu tulus terucap dari seorang hamba yang tersungkur khusu’ di depan Rabb nya…
mengalir, bagai riak-riak air
terukir, menembus bebatuan keras…
bagai kata-kata yang menghujam tajam, menembus relung hati yang kini telah kembali bersinar…
secercah cahaya kembali menyala,
setelah kegelapan abadi menutupi akal sehat serta logika.
setelah semua hanya mengabdi pada syahwat semata…
kini sang cahaya telah datang,
menyebar sinar kehidupan…
menyehatkan akal dan pikiran…
meluruskan jalan-jalan yang hanya menuju kehancuran…
ya, sang cahaya itu telah merubah semuanya…
menuntun kita semua,
menerangi hati-hati kita dengan cahaya terindah, cahaya iman…
serta meninggalkan warisan terbaik, ilmu…
ilmu yang terus mengalir, berulang dan takkan lenyap dari bumi ini…
ilmu yang terus menuntun hati ini, agar tak berpaling lagi…
ilmu yang terus menuntun hati ini, agar tetap berada di jalan ini….
Read more ...»

Dan kau kini semakin cantik, saudariku...

On 0 komentar

I still remember bout you, and Im affraid if always remember all bout you…
Angin sore menerpanya, dalam segala kebimbangan yang nyata. Terlarut dalam canda, terbuai pada kasih semu yang menjerumuskan hati.
Namun, beruntunglah ia, karena Allah masih menyayanginya… Ia masih memberikannya kesempatan untuk kembali merasa fitrah yang semestinya…
Angin sore berhembus pelan, menembus relung hatinya, sesaat kemudian Setetes air mata penyesalan berlinang di pipinya. Hatinya menjerit, merasa sakit, perih… tapi tenanglah itu hanya sementara…
Beruntunglah kau, masih mendapat kesempatan ini…
Beruntunglah kau, yang masih mendapat petunjuk…
Beruntunglah kau, karena memilih jalan ini…
Beruntunglah kau, karena masih dapat kembali ke jalan ini…
Wahai kau yang air matamu kini lebih indah dari berlian,
Wahai kau yang kini matamu lebih indah dari permata dunia…
Wahai kau yang kini bersimpuh dalam tangis sujud panjangmu,
Beruntunglah engkau saudariku…
Sungguh engkau teramat sangat beruntung…
Janganlah kau pernah ragu,
Karena kau tak memilih jalan yang salah,
Janganlah menyesal, karena kau sungguh teramat sangat beruntung…
Janganlah bersedih, karena Allah menyukai ini…
Dan Allah menyukai permulaan ini…
Tersenyumlah saudariku.
Dan seharusnya kau tahu, kini kau lebih cantik dibandingkan seorang bidadari….
Read more ...»

One word, and its all bout Sorry...

On 0 komentar

for you, the one who i loved, im sorry always make You mad..
always do same sins…
although i know it false, i still do it…
i know u will bored hear it,”im so sorry..”
I really wanna be better but how its really hard for me…
im tired n really dissappointed with my self,
how can i really do that…
i just can cry when i remember my bad habits…
i wanna change it, i wanna be better… 
i wanna. i really wanna it.
please…
this time, let me try again,
to be better one, without do the same sins again…
without all my bad habits
gimme more time,
please gimme...
Read more ...»

My Rabb, Allah...

On 0 komentar

when im on the darkness,

when i feel so weak,

lonely, and feel sad…

my Rabb, Allah always there for me…

always there,

when i feel i will fall down,

when i think i will lose everything,

when i really need someone…

when nobody didnt care of me,

when nobody didnt know me,

just my Rabb, Allah…

who always care of me,

who always there for me till the end of my life,

Allah always there for me, although im always doing bad…

My Rabb, Allah always forgive me…

just my Rabb, Allah who really knows about me,

who knows the best for me…

Give me a little more time,

to make a better life,

to make my Rabb, Allah always smile to me…

Allahu Akbar!

Read more ...»

Nasihat Untuk Generasi Pengemban Dakwah Rasulullah SAW

On Thursday, December 9, 2010 0 komentar

Nasihat Untuk Generasi Pengemban Dakwah Rasulullah SAW

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kekuatan kepada kita sehingga kita mampu bertahan dalam jalan da’waj ini, dan sholawat teriring salam semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmatnya kepada Nabi Muhammad SAW, kepada para sahabatnya, tabi’in dan tabi’atnya dan mudah-mudahan kepada kita semua selaku umat akhir jaman, generasi pelanjut estafet perjuangan dakwah Rasulullah SAW.
Akhi Wa ukhti fillah, sengaja saya tuliskan untaian nasihat buat diri saya pribadi kususnya dan buat antum-antum sekalian sebagai bukti kecintaan saya kepada Ikhwah semua. Dalam mengarungi samudera pasti akan di dapati gelombang-gelombang yang akan menghantam sebuah kapal, dari gelombang kecil sampai gelombang besar, ketika terjadi peristiwa itu apa yang harus kita lakukan?? Yang harus kita lakukan adalah yakin terhadap seorang nahkoda dan bersabar, Itulah perumpaan kehidupan dakwah yang sedang kita jalani. Dan itulah generasi yang akan mewarisi kemenangan islam.
Prinsip yang harus di miliki oleh generasi islam adalah
1.Hendaknya berusaha dengan sungguh-sungguh, membenahi diri, berupaya merealisasikan keselamatan, saling menasihati dan menjauhkan segala hal yang akan menyebabkan kebinasaan terhadap dirinya.
"Artinya : Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan amal saleh, dan nasehat- menasehati supaya menetapi kebenaran, dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran". [Al Ashr 1-3]
2.Menjalankan dengan sempurna (ajaran) agama islam, baik secara idiologi, ataupun perilaku.
3.Menyeru manusia kepada Jalan Allah SWT
“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang berdakwah (mengajak berpegang) kepada Allah, melakukan amal shalih dan menyatakan ‘seungguh aku bagian dari kaum muslimin’?” (QS. Fushilat [41] : 33)
4.Mempunyai Komitmen dan berusaha untuk merealisisaikan komitmennya.
5.Bekasih sayang terhadap orang mukmin dan bersikap keras terhadap orang non-mukmin
“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).” (al-Maa`idah: 54-55)
6.Sabar dan Isitiqomah
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)

diambil dari:
 http://cilegonsalam.blogspot.com
Read more ...»

Hati yang Kian membatu...

On 0 komentar

Setelah lama kumencari, 
Merasakan Keterpurukan yang semakin menjadi...
Dalam diam kumeratap, bahwa diri ini kian menjauh...
Diri ini kian menjauh...


Terkadang kita terlarut dalam kesenangan yang menghanyutkan, terlena dengan segala fasilitas yang ada. Terlena dengan waktu luang kita. Kita merasa nyaman tanpa beban, tanpa tugas-tugas yang menumpuk, juga tanpa amanah yang sebenarnya kita lalaikan. 

Kita lalai dengan semua, kita hanya terbuai dalam kesenangan-kesenangan yang pada akhirnya hanya akan menjatuhkan kita. Kita lalai dengan semua, pun tak jarang keimanna kita pun mulai terkikis, sejalan dengan lisan ini yang dengan mudahnya mengatakan kata afwan tuk menutupi kebohongan.
Lisan ini tak lagi menyadari bahwa perkataan bohong, akan menjadi seperti obat yang kian memicu pelakunya tuk mengulanginya lagi. Lagi, dan lagi hingga akhirnya lisan ini tak lagi menyadari bahwa perbuatan itu adalah dosa.

Pun dengan amanah, pernahkah kalian merasakan bahwi sekali saja kau tinggalkan amanah hanya karena kalian merasa "Lelah", kalian akan semakin mudah meninggalakan amanah-amanahi itu dikemudian hari. Maka, sadarilah sebelum terlamabat, saudaraku.
Karena waktu yang kau lalaikan takkan kembali lagi...
Waktu kalian takkan menjadi berarti jika hanya kau gunakan tuk kesenangan sesaat.

Aku pun menyadari bahwa kadang diri ini merasa jemu, merasa jenuh dengan semua amanah. Terkadang diri ini merasa ingin berhenti, bahkan diri ini pun pernah berpikir, "mengapa harus aku yang berada di jalan ini?"
astaghfirullah...
Saudaraku, bersyukurlah karena kitalah yang terpilih,
bersyukurlah karena kita masih diberikan kesempatan tuk berdakwah dan terus memperbaiki diri, 
karena inilah medan kita, inilah lahan kita tuk terus berusaha menjadi lebih baik.
Memulai perbaikan dari diri kita sendiri, lalu memulainya dengan keluarga hingga menyebarkannya ke seluruh umat manusia, hingga Allah ridha pada kita...

Janganlah kau berhenti, 
sebelum kau benar-benar yakin Allah telah ridha padamu...

maka, saudaraku...
Apakah Allah telah ridha padamu?


Read more ...»

Takwa Yang Dipertunjukkan Abu Bakar

On Friday, December 3, 2010 0 komentar

Tidak ragu lagi bahwa Abu Bakar r.a. merupakan manusia yang paling tinggi mertabatnya dikalangan para sahabat. Nabi Muhammad s.a.w. sendiri pernah menyampaikan berita gembira mengenai kedudukannya yang utama diantara penguni-penghuni syurga yang maha mulia.
Kata Nabi Muhammad s.a.w.:"Nama Abu Bakar akan diseru disegenap pintu syurga dan dialah pengikutku yang pertama akan memasukinya."

Namun demikian perasaan takutnya kepada Allah s.w.t. tetap bertakhta dikalbunya. Dia sering berkata: "Alangkah baiknya kalau aku menjadi sebatang pohon yang ditebang dan dijadikan kayu api" Kadang-kadang dia berkata: "Alangkah baiknya kalau aku ini sehelai rumput yang riwayat hidupnya akan tamat apabila dimakan oleh seekor binatang ternakan."

Pada suatu hari dia telah pergi kesebuah taman dimana ia lihat seekor burung sedang berciap-ciap. Katanya: "Wahai burung! Sungguh bertuah kamu. Kau makan minum dan bertebangan dibawah naungan pohon-pohon kayu tanpa merasa takut tentang hari perkiraan Aku ingin menjadi seperti engkau,wahai burung."

Rabi'ah Aslami r.a.hu telah bercerita:
"Pada suatu hari saya berselisih dengan Abu Bakar. Selagi pertengkaran itu berjalan, dia telah mengeluarkan sepatah perkataan kasar terhadap saya. Dengan serta-merta itu juga, dia telah menyadari akan kesalahannya itu lalu berkata: "Wahai saudara, balaslah aku dengan perkataan yang lebih kasar."

Saya enggan berbuat demikian. Dia memaksa saya supaya menggunakan perkataan kasar tadi dan berkata hendak mengadukan perkara itu kepada Nabi Muhammad s.a.w. Saya tetap tidak mau mengalah. Dia lalu bangun dan meninggalkan saya. Beberapa orang dari saudara saya yang menyaksikan peristiwa tadi berkata: "Aneh betul orang itu, dia yang melakukan kesalahan dan dia pula hendak mengadu kepada Nabi Muhammad s.a.w. untuk diadili.”

Saya dengan segera menjawab: " Kamu tahukah siapa dia? Dia adalah Abu Bakar. Menyinggungnya berarti menyinggung Nabi Muhammad s.a.w. dan menyinggung Nabi Muhammad s.a.w. berarti menyinggung Allah s.w.t., kalau perbuatan aku menyinggung Allah s.w.t., siapakah gerangannya yang akan menyelamatkan aku?"

Saya pun bangun lantas pergi menghadap Nabi Muhammad s.a.w. kepada Nabi Muhammad s.a.w. saya bercerita apa yang telah terjadi. Kata Nabi Muhammad s.a.w.:"Keengganan kamu mengeluarkan kata-kata keasar itu sudah pada tempatnya, tetapi untuk mengeluarkan penderitaan batinnya, kamu sekurang-kurangnya dapat berkata: "Semoga Allah s.w.t mengampuni kamu wahai Abu Bakar."

Begitulah takwa yang telah dipertunjukkan oleh Abu Bakar. Keengganannya menerima pembalasan dialam akhirat menyebabkan dia memaksa Rabiah Aslami supaya mengambil tindakan balas terhadapnya. Kekesalannya dan penderitaan batinnya akibat kesalahannya itu sedemikian rupa sehingga dia sanggup menceritakan segala-galanya kepada Nabi Muhammad s.a.w. dengan harapan Nabi Muhammad s.a.w. dapat menolong. Bagaimanakah pula perasaan kita, ummat Islam kini selepas melakukan kesalahan yang seperti diatas? Kita seringkali melakukan kesalahan tanpa perasaan takut akan pembalasan sama ada didunia atau pun diakhirat nanti.

Read more ...»