Showing posts with label Kisah. Show all posts
Showing posts with label Kisah. Show all posts

Dear Friends...

On Monday, July 18, 2011 0 komentar


Dear Friend,

Wherever you are, Whenever you read it, and Whatever you’ve been thinking of this.
This is just a very simple word, in a very single word,
Just ‘something’ about my feeling,
Just ‘something’ that really becomes my everything.

Hey, my friend. Don’t you know that you are my light? Who turns me into right? Someone who tells and shows me how be different, someone who shows me what’s the LOVE with your own way. Someone who really cares when nobody looks or even just listens to me, you always there, right here in my side, when nobody wants to be with me. When everybody leaves me alone, Just you! Who comes, walks slowly with your very beautiful smile.

I really can’t say anything good, when I was right there beside you. I was all speechless beside you. ‘coz you have done all your BEST to make me smile, you have shown me “How To Share Something Special”. Something that can change everything. Something that’s so colorful, Something that’s so wonderful. You know, my dear friend, You have been my angel who descends from the heaven. And brings that ‘something’ to me, Something that finally I know what it is. Something that I really want to share it back to you, with all my strength, with all of my heart. I really want to reply it all back to you. I really want to be your place to hold, I really want to be your shadows, which never let you go. Which always be there in your side. But more than it, I really want to give you all my love, like you did.

I just want to show you that you have been a really Best friend in my life. I just want to thank GOD who has given me a really great thing in my whole world. I just want to declare it into this world. I just want to make everyone knows who are you, and I just want to show them that ‘This is you’, my dear friend.

You know, I’m not good in word. You know I’m so bad in controlling my emotion. You know all about me, You have known all my habit. But finally, I just want to say “Thank you”. Thank you for everything you have done to me, and Thanks you for being a really Wonderful friends for me.

I Love You more than life…

~ For all my friends~ <3
Read more ...»

I also can be wrong...

On Thursday, December 23, 2010 2 komentar





KU pun bisa salah…

“Kenapa kemarin kau tak hadir?” Tanya Michiru pada Sayuri.
“Maaf Michiru, kemarin aku disuruh mama jaga rumah…” ucap Sayuri pelan.
“Umm, begitu ya… usahakan syuro selanjutnya datang ya…” ucap Michiru seraya tersenyum kecut lalu meninggalkan Sayuri.
Michiru masih kesal dengan kejadian kemarin saat syuro, dari segitu banyak panitia, yang hadir hanya tujuh orang ikhwan dan 6 orang akhwat. Saat ditanya, ada aja alasan mereka, yang disuruh jaga rumahlah, ada acaralah, ada leslah, dan lain sebagainya. Kadang Michiru merasa ingin berhenti saja dari jalan ini, ia merasa begitu letih, ia ingin beristirahat…
                                                                                                *****
Keesokkan harinya.
Islamic World tinggal sebulan lagi, tapi dana yang dibutuhkan masih belum mencukupi, Michiru selaku Ko’a kelabakan setengah mati mikirin gimana cara dapat uang dalam waktu singkat.
“Michiru, nanti syuro jam berapa?” Tanya Sayuri memecah lamunan Michiru.
“Owh… Eh, jam 2, laangsung habis pulang sekolah di perpus masjid…..” jelas Michiru.
“owh… makasih ya Michiru…”
Sayuri pun meninggalkan Michiru.

Tak terasa bel tanda pulang sekolah pun berbunyi. Michiru pun segera pergi ke perpus untuk syuro Islamic World. Namun sayangnya perpus masih kosong, tak ada satu orang pun disana. Sambil menunggu Michiru pun membaca buku Biologi, besok dia ulangan.
Setelah menunggu kurang lebih 15 menit, akhirnya datang beberapa orang ikhwan, salah seorang diantaranya adalah Mizuno, Ko’i Islmic World.
“Afwan, di akhwat sudah berapa orang yang hadir?” Tanya Mizuno.
“Baru aku aja…” jawab Michiru singkat.
Tiga puluh menit pun berlalu. Syuro pun dimulai, yang hadir enam orang ikhwan dan enam orang akhwat.
Selama syuro Michiru kesal, “Kenapa semua seakan tak peduli dengan Islamic World, sebulan itu waktu yang singkat…” keluhnya.
Akhirnya syuro pun berakhir, dana yang kurang masih sebesar dua juta rupiah. Dan rencananya besok baik akhwat maupun ikhwan akan mencari sponsor lagi.
                                                                                                *****
Keesokkan harinya.
“Michiru, maaf kemarin aku tak bisa datang… kau tentu tahu kan, tadi ada ulangan Biologi, jadi kemari aku tak datang karena belajar buat ulangan tadi… maaf ya…” ucap Sayuri.
“Owh, …ya aku tahu. Lalu bagaimana? Kau bisa mengerjakannya?” Tanya Michiru.
“Ya…alhamdululillah…” jawab Sayuri seraya tersenyum.
Michiru tersenyum tipis, “ Alhamdulillah… maaf aku harus pergi” ucap Michiru lalu meninggalkan Sayuri.
Michiru berlari meujun taman sekolah, ia benar-benar kecewa pada Sayuri. Bagi Michiru, Sayuri sangatlah egois. Ia hanya memikirkan masalahnya saja dan tak sedikit pun memikirkan Islamic World.
“Kalau Sayuri bisa melakukan itu? Kenapa aku tidak? Aku ingin berhenti dari semua ini, aku sangat letih…” isak Michiru, air matanya kini telah berderai membasahi pipinya.
“Kenapa? Kenapa seakan tak ada yang peduli dengan Islamic World?”
“Hmmm begitukah?”
Michiru menghapus air matanya lalu memalingkan wajahnya ke arah suara tersebut. Ternyata itu suara Taku, salah seorang ikhwan panitia Islamic World.
“Haah… tak kusangka kau berpikir seperti itu, Michiru…” keluhnya.
“Apa maksudmu Taku?” ucap Michiru marah, ia cukup tersinggung dengan ucapan yang baru saja keluar dari mulut Taku.
“Yaahh… kalau ko’anya saja bicara seperti itu, bagaimana dengan jundinya? Haah…bagaimana ya nasib Islamic World… masa gagal?”
“Jaga bicaramu Taku! Takkan kubiarkan Islamic World gagal, Islamic World adalah salah satu sarana untuk kita berdakwah. Takkan kubiarkan gagal,” jawab  Michiru.
“Begitukah? Bukankah kau telah lelah? Bukankah kau sendiri yang bilang kau ingin beristirahat? Kau tak lupa dengan kata-katamu barusan kan?” Tanya Taku dengan suara keras.
Michiru diam, tak bisa membalas kata-kata Taku.
“Kenapa kau diam?“ tanyanya lagi.
“Aku…aku… aku …” Michiru tak melanjutkan kata-katanya.
“Haah… sudahlah…”
“Ah, satu lagi Michiru, apa kau terus merasa hanya kau yang memikirkan Islamic World?”
Sekilas Michiru memandang Taku, wajahnya benar-benar seram, Michiru tahu Taku sedang marah. Dan ini yang pertama kali Michiru melihat Taku marah. Selama ini, Taku hanya diam saat syuro,  ia seakan tak peduli dengan apapun yang terjadi saat syuro.

“Hei, aku bertanya padamu. Apa kau mendengar?”
“Aah… ya. Kadang aku merasa hanya aku yang memikirkan Islamic World…”
Taku memandang Michiru sinis, “Lalu apa yang telah kau lakukan untuk Islamic World?” Tanyanya lagi.
Michiru hanya diam, tak menjawab. Ia terkejut dengan pertanyaan Taku, ia sadar  ia tak melakukan apa-apa untuk Islamic World. Selama ini ia hanya terus berkomentar dan menilai apa yang telah teman-temannya lakukan untuk Islamic World. Padahal ia sendiri pun belum melakukan sesuatu yang berarti untuk Islamic World.

“Maafkan aku, aku memang tak melakukan apapun yang berarti untuk Islamic World. Selama ini aku hanya…hiks..hiks…” Michiru tak sanggup melanjutkan kata-katanya, ia tak kuat menahan air matanya.
“Haah dasar wanita. Ini…” keluh Taku seraya menyodorkan sapu tangannya.
Michiru mengambil sapu tangan itu, ia pun menghapus air matanya.
“Jangan pernah berpikir seperti itu lagi. Jujur aku sangat marah ketika kau bilang tak ada yang memikirkan Islamic World. Semua panitia pasti memikirkannya, kita semua juga tak mau Islamic World gagal…”
Michiru menganggukkan kepalanya, “Maafkan aku…”
“Ahh… sudahlah…” seru Taku seraya berbalik.
“Kau tak usah khawatir, Islamic World takkan gagal…” lanjutnya.
Michiru mengangkat pandangannya.  Ia melihat Taku tersenyum tipis, seraya memamerkan sesuatu di tangannya. Michiru menatapnya tak percaya…
“Sponsorship…?” seru Michiru.
“Begitulah…” jawab Taku lalu berbalik meninggalkan Michiru…
Michiru menghapus sisa air mata di pipinya,  perlahan ia menatap sapu tangan di tangannya, tersenyum senang.
“ありがとうございますたく。。。”
Read more ...»

IKHWAN VERSUS AKHWAT (BATTLE ROYALE )

On 0 komentar




IKHWAN VERSUS AKHWAT (BATTLE ROYALE )

Michiru kelas 2 SMA

“Ahh, menyebalkan!!! Kenapa sih ikhwan tuh selalu menyebalkan!!!” teriak Michiru kesal seraya menjatuhkan diri ke tempat tidurnya.
“Ahh… tidak semua kok…” jawab seseorang tiba-tiba.
Michiru menoleh ke arah suara tersebut, “ Kak Takuto…”
Takuto hanya tersenyum melihat tingkah adik kesayangannya itu ( lha emang Cuma adik satu2nya kok ).
“Kakak, aku benci ikhwan!!!” ucap Michiru kesal.
“Lho? Aku kan juga ikhawan , apa kau juga membenciku, Michiru?” goda Takuto seraya membelai lembut Michiru.
“Ahh, kakak. Kau pengecualian…  Aku benci ikhwan di sekolahku, mereka menyebalkan! Main perintah-perintah, sok tegas, bawel, trus pasti usulan mereka yang selalu dipake, usulan akhwat Cuma kaya formalitas aja, ntar juga ujung-ujungnya yang dipake juga usulannya mereka. Nyebelinkan, kak?”
Takuto hanya menggelengkan kepalanya, “Yah… kalau dari ceritamu sih, mereka memang sangat menyebalkan…”

“Tuh kan, kakak yang sama-sama ikhwan aja bilang mereka menyebalkan…” Ucap Michiru senang.
“Memangnya mereka begitu menyebalkan ya?”
“Iya kak. Temen-temen akhwat aku aja banyak yang dibuat nangis… Ugh, kalo aku ga dosa nyentuh mereka, aku pasti udah nonjok-nonjok mereka, biar tahu rasa mereka!”
“Wew, galak banget nih adikku. Eh, tunggu dibuat nangis? Maksudnya apa nih, Michiru? Kau juga sampai dibuat menangis?”
“Iya, gara-gara omongan mereka nyakitin kak, umm aku pernah juga sih kak, tapi itu yang terakhir! Amit-amit deh nangis gara-gara ikhawan yang “gajebo” gitu.”
Lagi-lagi Takuto hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkankan kepalanya.
“Michiru, kau tahu... Dulu saat aku SMA, aku juga sangat benci sama akhwat.”
“Ehh, kok kakak jadi pro ikhwan sih….” Ucap Michiru kesal.
“Lha? Karena aku kan ikhwan. Dulu aku kesal karena akhwat tuh suka membingungkan, kalo salah ngomong nanti tersinggung, terus mereka tuh cenderung ga mau disalahin…”
“Ahh, kak Takuto nyebelin….” Ucap Michiru seraya memukul-mukul Takuto.
“Hei-hei, dengar dulu… Kejadian seperti ini memang sering terjadi, Ikhawan kesal sama akhwat dan begitu pun sebaliknya. Kau tahu kenapa?”

Michiru menggelengkan kepalanya sambil cemberut (masih kesal karena Takuto pro-ikhwan )
“Itu karena mereka tak saling mengerti… Ikhwan ga ngerti gimana cara memperlakukan akhwat. Dan akhwat juga ga ngerti maksud sikap ikhwan. Harusnya ikhwan belajar gimana cara bicara yang baik biar akhwat g tersinggung, dan akhwat pun harusnya bisa memaklumi kalau ikhwan cenderung bicara “ceplas-ceplos” dan terdengar agak kasar di telinga akhwat…”

Michiru memandang Takuto ( masih dalam keadaan cemberut ).
“Kau tentu tahu sifat dasar ikhwan dan akhwat kan? Dan ada banyak sekali perbedaan di dalamnya. Manusia pun diciptakan dalam keadaan yang berbeda-beda, tapi Allah menciptakan itu bukan untuk mereka saling membenci dan bermusuhan, sebaliknya Allah menciptakan itu agar mereka saling mengenal. Begitu pun akhwat dan ikhwan, jangan jadikan perbedaan itu untuk saling menjatuhkan, jadikanlah perbedaan itu untuk saling melengkapi. Rohis takkan mampu berdiri jika hanya dengan kekuatan ikhwan,  dan Rohis juga takkan mampu berdiri hanya dengan kelembutan  akhwat , Rohis hanya dapat berdiri dengan perpaduan dari keduanya. Rohis dapat berdiri jika akhwat dan ikhwan saling bekerja sama di dalamnya,”ucap Takuto panjang lebar.

“Kakak… “ ucap Michiru seraya memeluk Takuto.
Takuto membelai lembut Michiru, “Jadi, mulai sekarang kau harus lebih bisa memahami karakter ikhwan ya, Michiru… dan jangan katakana aku benci ikhwan lagi…”
Michiru menganggukkan kepalanya seraya melepas pelukkannya.
“Kau tahu kenapa?” Tanya Takuto seraya menyentuh hidung Michiru  dan mengeluarkan senyum jahilnya.
Michiru “polos” hanya menggelengkan kepalanya
“Karena bisa jadi, saat ini ada ikhwan yang sedang berteriak-teriak dan mengatakan aku benci akhwat. Hahahaha….” Jawab Takuto sambil tertawa.
“Ahh, kak Takuto menyebalkan…..”

Begitulah, saat ini memang banyak kejadian akhwat benci ikhwan dan sebaliknya (ya walau ga menutup kemungkinan akhwat suka ikhwan dan sebaliknya juga sih… )
Makanya, saudariku, kita sebagai akhwat jangan hanya bisa bilang ikhwan itu nyebelin ( ya, walau kenyataan sih… ) ada baiknya jika kita juga introspeksi diri, siapa tahu malah kita yang nyebelin (wkwkwkwkwk…). Pokoknya jangan berantem aja deh pesenku, dan jangan sampe gara-gara saling benci (jadi cinta… ya GA Lah! ) amanah kalian jadi terbelengkalai, ga mau koordinasi lagia atau apalah. Jangan sampe acara jadi ancur Cuma gara-gara “Bt-bt” an…
Ok ???
^____^  Semangat terus!!! Jangan lupa saling mendoakan ( Doakan aku juga LHO! )
Love u always coz ALLAH…
Read more ...»

I Love You, but I prefer Allah than You...

On Tuesday, December 21, 2010 2 komentar

I love you, but I prefer Allah than you...
I just hope we'll meet again in the future, and it will be our best moment
For you and me...

Untuk saudariku yang dirahmati Allah,
Semoga kisah sederhana ini bisa bermanfaat untuk kita…

Michiru, kelas 2 SMA
Saat ini Michiru tengah duduk di bangku kelas 2, “Alhamdulillah”nya Michiru masuk kelas IPA. Di tengah kesibukan belajar pelajaran  IPA, Michiru mendapat amanah yang cukup besar di Rohis sekolahnya. Bahkan kadang ia harus merelakan waktu bermain dan beristrirahtnya berkurang karena amanah tersebut. Mulanya Michiru melakukannya dengan ikhlas, namun lama-kelamaan Michiru mulai merasa bosan dan ingin menghindar dari amanah tersebut!

Pagi di sekolah…
“Assalammualaikum Michiru…” sapa lembut Hana (ini Ko’a rohis)
“Wassalammualaikum, ada apa Hana? Tumben kamu nyapa2 aku ?”
“Ahh, Michiru… kau ini… Aku Cuma pengen ngingetin kamu, natr pulang sekolah ada syuro TA ya di perpus… Oh iya, jangan lupa kasih tahu yang lain ya…”
“Hemmm…” ucap Michiru sambil berlalu.

Ahh, syuro mulu nih… besok ka nada ulangan Biologi. Mana aku ga ngerti sama bab itu, apalagi Haruka sensei kalo bikin soal ga tanggung2. Susah, banyak  dan ada essainya lagi… Ummm, gpp kali ya kalo bolos syuro sekali…
Dan akhirnya hari itu, Michiru “cabut” dari syuro tanpa ijin dari Hana, si Ko’a.

Esoknya…
“Michiru, kenapa kemarin kamu ga dateng?”
“Ummm, Kemaren aku belajar. Hari ini ada ulangan Biologi. Afwan ya…”
“Owh gitu… iya aku ngerti kok, tapi hari ini bisa dateng kan? Hari ini akan ngebahas acara soalnya…”
“Ummm… liat nanti deh Hana…” Michiru pun meninggalkan Hana.
BT! Kemarin syuro, hari ini syuro, ahhh besok pasti syuro lagi! Kenapa sih ga ada libur… Doyan bgt sih sama syuro…
Tapi, pada akhirnya Michiru tetep dateng syuro hari ini. Yah walau selama syuro dia amlah baca komik yang dipinjemin ma Kazuya. Akhirnya syuro pun selesai jam 17.00
“Afwan akh…ukh… Berhubung hari ini acaranya belum fix, jadi Insya Allah syuro akan dilanjutka di hari Sabtu, jam 09.00 di perpus…” ucap Takagi ( Ko’I Rohis )
Ahh, Sabtu? Itu kan libur… masa mesti dateng juga sih…. Ahh BT bgt sih. Ngapain sih si Takagi nyuruh-nyuruh dateng, kenapa g dia aja yang syuro ma si Hana. Mereka kan yang Pj. Acara…

Selama beberapa hari Michiru makin uring-uringan, ia merasa amanahnya sangat memberatkannya. Ia benar –benar sedang diuji, bukan Cuma dengan amanah, namun dengan hati.
Ya, Michiru memang sedang “Fall in Love like a comic” sama seorang pria di sekolahnya. Namnya Kazuya, yup mereka memang cukup akrab karena sama2 suka anime. Untunglah  Michiru masih tahu adab2 ikhwan dan akhwat, jadi mereka  g pernah saling menatap n bersentuhan. Tapi tetep aja, Michiru sering ngebayangin si Kazuya. (Lha, sama aja boong kan…)
Sabtu pun tiba, Michiru akhirnya memutuskan untuk datang ( ga enak ma Hana ) lagian dia juga g ada acara. Dan satu alasan terbesar hari ini ada acara di sekolah dan kemarin Kazuya bilang dia mau datang (Ckkckckck).
Syuro pun berakhir jam 12.00
Setelah sholat dzuhur Michiru pun meninggalkan masjid.
Mana ya Kazuya… kok dari tadi tidak keliatan ( lah gmn mw ketemu Michiru aja dari tadi Syuro ) Ahh, aku kelamaan syuro sih… jangan-jangan Kazuya udah pulang lagi… ahhh bt bgt sih…

“Hei, Mencariku ya… ?”
Michiru menoleh mencari sumber suara tersebut, “Kazuya…”
“Hehehehe, kau syuro lama sekali. Emang ngapain aja sih? Aku hampir aja mau pulang…”
“Tahu tuh. Biasalah, Tahu kan Takagi kalo udah ngomong ga berenti2. Intronya aja lama… apalagi intinya… Dasar, kalau kau sampai pulang, aku takkan memaafkanmu… “
“Nih komik yang kujanjikan, sudah terbit…”
“Wew, makasih ya Kazuya…” ucap Michiru seraya tersenyum.
“Sudah  dapat komik. Saatnya untuk pulang! Aku pulang dulu ya, Kazuya…” ucap Michiru seraya membalikkan badannya.
“Ah, tunggu. Ada yang ingin kubicara kan…” ucap Kazuya.
Michiru membalikkan badannya, “Umm, baiklah… Ada apa?”
“Michiru… Aku… Aku suka padamu…” ucap Kazuya pelan.
Michiru memandang Kazuya tak percaya, selama ini ia memang menyukai Kazuya,namun ia sama sekali tak menyangka kalau Kazuya pun meyukainya, bahkan sampai menyatakan perasaannya…

“Aku…aku…”
“Tak perlu kau jawab, Michiru… Aku hanya ingin menyatakannya. Aku tak membutuhkan jawabmu…”
Mereka pun lama terdiam. Akhirnya keduanya berpisah tanpa mengatakan apa-apa.
Di rumah, Michiru benar-benar kepikiran Kazuya. Ia tahu ini salah namun ia tak memungkiri perasaannya terhadap Kazuya.
Tiba-tiba handphone Michiru berbunyi, lagu  Kanashimi wo Kitto mengalun indah membuyarkan lamuyannya. Ia pun membuka sms tersebut, sms dari Kakak Mentornya…

Kalaulah ada seribu pembangun, dihadapi oleh seorang penghancur…Cukuplah sudah.
Namun, bagaimana jika ada seribu penghancur, dihadapi hanya oleh satu pembangun?
Tentu yang satu orang itu, haruslah menjadi seorang yang teramat tangguh dan pandai, yang pantang menyerah sampai prinsip berhasi ditegakkan…
Kita mesti seperti ITU… Semoga Allah senantiasa memberikan jalan kepada kita untuk terus memperbaiki diri, Semangat terus adikku… Ganbatte!!!
Love u coz Allah…

Michiru pun tersadar, selama ini ia telah khilaf… Ia pun berniat untuk tobat dan memperbaiki semua kesalahannya…
“ Aku ini memang manusia, Namun aku juga seorang Da’iah!!!” ucapnya seraya tersenyum.
Tak ada lagi alasan untuk lemah, untuk berenti dari amanah… Meski ia hanya seorang manusia, namun ia juga seorang Da’iah….
Michiru mengambil handphonenya, lalu mengetik sms :

Kazuya, Maafkan aku…
Aku tak mungkin menerima perasaanmu, walau jujur aku pun merasakan hal sama seperti yang kau rasakan padaku. Namun, aku tahu ini sama sekali tidak benar! Dan ini bukanlah waktu yang tepat!
Kuharap kau bisa mengerti, karena saat ini di hatiku hanya ada Allah dan selamanya tetap hanya untuk Allah… 
Saat ini lebih baik kita terus memperbaiki diri, bukankah kita tidak tahu kapan Allah kan mengambil nyawa ini?
Kazuya,
Jika kita berjodoh, Insya Allah, Allah kan mempertemukan kita kembali, namun di waktu yang lebih tepat…


Ia pun mengirim sms tersebut dan berjanji ia akan terus memperbaiki diri…

Semangat terus saudariku…
Janganlah kita menyerah sampai syariat Islam berhasil ditegakkan…
Dan janganlah berpikir kalau kita ini hanyalah manusia, sehingga itu menjadi alasan untuk kita mundur dari jalan ini… Kita memang hanya manusia, namun kita pun seorang da’i. bukankah kita berkewajiban menyampai walau hanya satu ayat?
Lalu apa jadinya jika kita menyampaikan, namu kita juga masih melakukan hal-hal yg dibenci Allah?
Semoga Allah senantiasa merahmati kita, dan senantiasa memberikan yang terbaik untuk kita…
Amin…
Read more ...»