Mengejar mimpi

On Thursday, March 17, 2011 0 komentar

Mengejar mimpi,
Kuterus berlari...

Mimpi yang begitu kuinginkan,
Mimpi yang sungguh aku inginkan...

Namun, Ia mengatakan tidak...
Ia pilihkan yang lain...

Ini kah yang terbaik?
Ini kah yang terbaik untukku?

***

Di tempat lain,

Seseorang berlari...
Berlari dan terus berlari...
Mengejar mimpi...

Mimpi yang kini semakin terlihat,
Ia terus berlari...
Berlari... dan berlari...

Dan kini... 
Mimpi itu kan menjadi nyata...
Read more ...»

Ya Allah, Aku Mulai Bimbang…

On 4 komentar



Ketika kumulai mempertanyakan...
Ketika ku mulai merasakan keraguan...
Ya Allah, tolong jangn biarkan aku semakin terpuruk dan keraguan yang sesungguhnya hanya berada di dalam imajinasiku...

Sering kali aku berpikir, mencoba menerima semua yang Engkau berikan kepadaku, aku terus memunculkan serta memusatkan pikiran bahwa Engkaulah yang Maha Mengetahu, Engkaulah yang lebih tahu apa yang terbaik bagi ku…
Namun, hari ini. Aku mulai mempertanyakan takdir-Mu. Mungkin ini bukanlah yang pertama aku berbuat kurang ajar seperti ini kepada-Mu. Begitu tak tahu dirinya diri ini hingga ia berani mempertanyakan semua yang Engkau pilihkan untukku. 
Ya, Allah sebisa mungkin aku terus bertahan. Aku selalu menyakinkan diri bahwa Engkau TELAH memberikan yang TERBAIK untukku. Dan aku terus mempertahankan kenyakinan itu.  
Ya Allah, 
Salahkah jika hari ini aku mulai bimbang?
Salahkah jika keyakinanku itu meluntur?
Salahkah jika hari ini aku benar-benar meragukan takdirmu?

Ya Allah.  Aku tahu, aku tak sepantasnya meragukan takdirmu. Tapi, ya Allah. Hari ini, aku benar merasa ini bukanlah yang terbaik. Aku mulai dihantui rasa iri dan cemburu, Aku mulai membanding-bandingkan nikmat darimu.
Ya, sungguh maafkanlah aku...


Ya, Allah bagaimana cara mengatasi segala keraguanku itu? Apa ini semua berhubungan dengan segala amal ibadahku yang semakin menurun? Apa Engkau kini tengah mengujiku? 
"Janganlah kau biarkan kebimbangan menghantuimu, karena bisa jadi segala kebimbangan itu hanya berasal dari angan-angan burukmu. Biasa jadi semua kegalauan itu muncul dari dalam bayang-banyang ketakutanmu..."
Maka kawan, mulai hari ini... 
Mari kembali mengokohkan hati, membangun bangunan kenyakinan atas dasar cinta kepada-Nya. Yakinlah bahwa Ia yang lebih mengetahui apa yang terbaik untuk kita...
Percayalah... 
Jika ia memang sedang MENGUJI kita, kita pasi dapat mengatasi dan menyelesaikannya... karena sesungguhnya Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas hambanya...
semangat karena Allah... 
\(^__^)/












Read more ...»

Ya Allah, Aku Lelah...

On Wednesday, March 9, 2011 7 komentar


Ya Allah, aku lelah...Ya Allah, bolehkah aku beristirahat?

Hari ini aku begitu terpuruk,dalam diam. Menahan semua rasa dan emosi. Menahan serta mencoba bertahan dengan semua beban yang menghimpit. Entah mengapa, hari ini tak seperti biasanya. Seperti bukan diriku yang selama ini kukenal. Aku merasa diri ini begitu berkecil hati, seaakan diri ini memulai aksi unjuk rasanya, menentang semua rutinitas yang selama ini kulakukan. Semua rutinitas yang selama ini aku bangun dengan keoptimisan. Meski tak memungkiri terkadang hati ini mendengus kesal, mencibir dan mengumpat betapa menyedihkannya hidup ini.
Namun semua rasa itu hanya kupendam, kupendam dan kukubur rapat-rapat. Aku tak mau ada orang yang tahu, aku tak mau ada orang yang merasa hidup ini begitu menyedihkan.


Aku percaya hidup ini begitu indah, semua nikmat dari Allah tercurah padaku. Seaakan tak ada habis-habisnya Ia menurunkan karunia dan rahmatnya. Namun diri ini begitu kerdil, menganggap besar suatu masalah yang kecil. Mendengus, dan hanya menggerutu betapa sulit dan besarnya beban hidupku. Hari ini, aku merasa begitu lemah, terbesit sebuah pertanyaan 


inikah titik lemahku?Inikah titik terendahku?Titik di mana aku mulai mengenal sebuah kata pesimis?

Ya Allah, bantu aku... Sungguh aku tak mau mengenal kata itu. Aku ingin terus bertahan! Aku ingin tetap berjuang di jalan ini!


Ya Allah, sungguh berilah diri ini kekuatan untuk tidak hanya sekedar menggerutu meski hanya sekejap, meski hanya terbesit di hati yang terdalam. 


Ya Allah, biarlah hati ini yang menatanya, biarlah mulut ini terkunci untuk mengatakan sebuah kritik dan gerutu yang hanya berharap semua kan menjadi lebih mudah tanpa ada aksi yang nyata. 
Biarlah mulut ini tetap terkunci agar ia tak menyalahkan keadaan, agar ia tetap menatap jauh bahwa ia pasti mampu menghadapinya.
Biarlah hanya telinga ini yang mendengar, kala semua orang mulai menggerutukan nasib dan hidupnya. Kala semua mulai menyalahkan takdir yang telah Engkau gariskan. 
Biarlah hanya telinga ini yang bekerja, mendengar lalu beristigfar... 

Membalas semua gerutu mereka dengan senyum keoptimisan, sebuah senyum penyemangat bahwa Engkau sungguh Maha Bijaksana telah menempatkan pada posisi yang sulit...
Hingga pada akhirnya nanti aku kan tumbuh menjadi seseorang yang lebih baik lagi, lebih bermanfaat dan lebih tangguh dari aku hari ini...


Read more ...»

Makna dibalik kisah sholat 5 waktu...

On Friday, March 4, 2011 2 komentar



Ali bin Abi Talib r.a berkata :
"Sewaktu Rasullullah S.A.W duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Ansar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi, lalu berkata: Ya Muhammad, kami hendak tanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa A.S.yang tidak diberikan
kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.'

Lalu Rasullullah S.A.W.bersabda: 'Silahkan bertanya.'
Berkata orang Yahudi:'Silahkan terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.'

Sabda Rasullullah S.A.W.:'Sembahyang Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada TuhanNya,
Sembahyang Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam A.S. memakan buah Khuldi,
Sembahyang Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam A.S.,maka setiap mukmin yang bersembahyang Maghrib dengan ikhlas kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya.
Sembahyang Isya' itu ialah sembahyang yang dikerjakan oleh para Rasul-Rasul sebelumku,

Sembahyang Subuh adalah sebelum terbit matahari, ini kerana apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya tiap orang kafir.'
Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah S.A.W. maka mereka berkata: 'Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad, katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan di dapati oleh orang yang sembahyang.

Rasullullah S.A.W bersabda:
'Jagalah waktu-waktu sembahyang terutama sembahyang yang pertengahan,
Sembahyang Zuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam, orang mukimin yang mengerjakan sembahyang pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya wap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.'

Sabda Rasullullah S.A.W. lagi: 'Manakala sembahyang Asar, adalah saat di mana Nabi Adam A.S. memakan buah Khuldi. Orang mukmin yang mengerjakan sembahyang Asar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.'

Setelah itu Rasullullah S.A.W. membaca ayat yang bermaksud:'Jagalah waktu-waktu sembahyang terutama sekali sembahyang yang pertengahan,sembahyang Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam A.S. diterima. Seorang mukmin yang ikhlas mengerjakan sembahyang Maghrib kemudian meminta sesuatu dari Allah maka Allah akan perkenankan.

'Sabda Rasullullah S.A.W. : 'Sembahyang Isya' (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan sembahyang Isya' berjamaah, Allah S.W.T. haramkan dari terkena nyalanya api neraka dan diberinya cahaya untuk menyeberangi titi sirath.'

Sabda Rasullullah S.A.W. seterusnya: 'Sembahyang Subuh pula, seorang mukmin yang mengerjakan sembahyang subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberi oleh Allah S.W.T. dua kebebasan yaitu:
1. Dibebaskan dari api neraka.
2. Dibebaskan dari nifaq.
Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah S.A.W. maka mereka berkata: 'Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (S.A.W). Kini katakan pula kepada kami semua kenapakah Allah S.W.T. mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?'.

Sabda Rasullullah S.A.W.: 'Ketika Nabi Adam memakan buah pohon yang dilarang,lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam A.S.selama 30 hari. Kemudian Allah S.W.T. mewajibkan ke atas keturunan Adam A.S. berlapar selama 30 hari. Sementara izin makan di waktu malam itu adalah sebagai kurnia Allah S.W.T. kepada makhlukNya.'
Kata orang Yahudi: 'Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami ganjaran pahala yang diperolehi dari puasa itu.'

Sabda Rasullullah S.A.W.: 'Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah S.W.T. dia akan diberi oleh Allah S.W.T. tujuh perkara:
1. Akan dicairkan daging haram yg tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh dengan makanan yang haram).
2. Rahmat Allah sentiasa dekat dengannya.
3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal.
4. Dijauhkan dari merasa lapar dan haus.
5. Diringankan baginya siksa kubur (siksa yang sangat mengerikan).
6. Diberikan cahaya oleh Allah S.W.T. pada hari Kiamat untuk menyeberang titian sirath.
7. Allah S.W.T. akan memberinya kemudian di syurga.'

Kata orang Yahudi: 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu antara semua para nabi-nabi.'
Sabda Rasullullah S.A.W.:'Seorang nabi mengunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat pada umat saya di hari kiamat).'

Kata orang Yahudi: 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad, kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu Alla illaha illallah, wa annaka Rasulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan kecuali Allah dan engkau utusan Allah).'
"Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah2an. Dan berilah berita gembira kepada orang2 yang sabar." (Al-Baqarah : 155)
Disebutkan di dalam satu riwayat, bahawasanya apabila para makhluk dibangkitkan dari kubur, mereka semuanya berdiri tegak di kubur masing masing selama 44 tahun UMUR AKHIRAT dalam keadaan TIDAK MAKAN dan TIDAK MINUM, TIDAK DUDUK dan TIDAK BERCAKAP.

Bertanya orang kepada Rasulullah saw : "Bagaimana kita dapat mengenali ORANG-ORANG MUKMIN kelak di hari qiamat?"

Maka jawabnya Rasulullah saw,"Umat dikenal kerana WAJAH mereka putih disebabkan oleh WUDHU'."

Bila qiamat datang maka malaikat datang ke kubur orang mukmin sambil membersihkan debu di badan mereka KECUALI pada tempat sujud. Bekas SUJUD tidak dihilangkan. Maka memanggillah dari zat yang memanggil.

Bukanlah debu itu dari debu kubur mereka, akan tetapi debu itu ialah debu KEIMANAN mereka. Oleh itu tinggallah debu itu sehingga mereka melalui titian Siratul Mustaqim dan memasuki alam syurga, sehingga setiap orang melihat para mukmin itu mengetahui bahwa mereka adalah pelayan Ku dan hamba-hambaKu.

Disebutkan oleh hadith Rasulullah saw bahwa sepuluh orang yang mayatnya TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam tubuh asal diwaktu mati :
1. Para Nabi
2. ParaAhli Jihad
3. ParaAlim Ulama
4. ParaSyuhada
5. ParaPenghafal Al Quran
6. Imam atau Pemimpin yang Adil
7. Tukang Azan
8. Wanita yang mati kelahiran/beranak
9. Orang mati dibunuh atau dianiaya
10. Orang yang mati di siang hari atau di malam Jumaat jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman.

Di dalam satu riwayat yang lain dari Jabir bin Abdullah ra sabda
Rasulullah saw:

Apabila datang hari qiamat dan orang orang yang berada di dalam kubur dibangkitkan maka Allah swt memberi wahyu kepada Malaikat Ridhwan :

Wahai Ridhwan, sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba Ku berpuasa (ahli puasa) dari kubur mereka di dalam keadaan letih dan dahaga. Maka ambillah dan berikan mereka segala makanan yang digoreng dan buah buahan syurga.

Maka Malaikat Ridhwan menyeru, wahai sekelian kawan-kawan dan semua anak-anak yang belum baligh, lalu mereka semua datang dengan membawa dulang dari nur dan berhimpun dekat Malaikat Ridhwan bersama dulang yang penuh dengan buahan dan minuman yang lazat dari syurga dengan sangat banyak melebihi daun-daun kayu di bumi.

Jika Malaikat Ridhwan berjumpa mukmin maka dia memberi makanan itu kepada mereka sambil mengucap sebagaimana yang difirman oleh Allah swt di dalam Surah Al-Haqqah bermaksud :
"Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan AMAL yang telah kamu kerjakan pada HARI yang telah LALU itu."

* Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Islam yang lain. Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah mati. "Dan (ingatlah) Allah sentiasa mengetahui dengan mendalam akan apa jua yang kamu lakukan." (Surah Al-Baqarah : 237 )

Read more ...»

So as Long as I live I love you

On Wednesday, March 2, 2011 0 komentar


So as long as I live I love You,
 And from now to my very last breath, I will always love You...
You will be my every reason and You're all that I believe in...


Terkadang terbisit dalam diri ini seberapa besarkah cintaku untuk-Nya?
Terkadang diri ini merasa malu, merasa begitu hina... merasa terpuruk jika mengingat akan semua cinta-Nya. Ia selalu memberikan rahmat dan kasinh sayang-Nya padaku. Meski aku masih saja berbuat maksiat pada-Nya, meski tak jarang aku menunda-nunda apa yang ia perintahkan kepadaku.
Terkadang diri ini, hanya dapat diam membisu, ketika aku mulai bertanya, "Seberapa besarkah cintamu pada-Nya?"
Diri ini hanya dapat menunduk tanpa memberikan jawaban yang nyata. Terdiam dalam segala kemaluan yang teramat dalam, karena memang cintaku untuk-Nya masih belum seberapa jika dibandingkan dengan cinta yang Ia berikan kepadaku...


Bukankah Ia-lah Sang pemilik Cinta, Sang pengikat hati semua insan...
Lalu mengapa begitu sulit diri ini memfokuskan cinta terbesarnya hanya untuk Sang pemilik cinta?
Mengapa diri ini masih terlarut dalam cinta-cinta semu yang bahkan hanya akan mendatangkan kemudharatan?


Ya Allah, sungguh diri ini ingin dapat terus mencintai-Mu, selama aku hidup, hingga nafas terakhir yang terhembus...
Sungguh diri ini ingin memposisikan rasa cinta pada-Mu sebagai dasar atas rasa cinta pada yang lain,
semua cinta yang berlandaskan kesucian, Cinta karena Allah...
Cinta yang tumbuh dari kesucian diri, yang tumbuh dan berkembang tanpa pamrih, cinta yang berusaha untuk selalu memberi yang terbaik...
Cinta yang semata-mata hanya mengharap Keridhaan-Mu...


Sungguh Ya Allah, bantulah diri ini agar aku dapat mengatakannya secara lantang, mempertanggungjawabkannya dengan perbuatan...


"So as long as I live I love You...
 And from now to my very last breath, I will always love You...
You will be my every reason and You're all that I believe in..."

Read more ...»

Tausiyah untukmu, saudariku...

On Sunday, February 27, 2011 0 komentar


Ukhti…
Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho Tuhanmu, mungkinkah besarnya kerudungmu hanya di gunakan sebagai fashion atau gaya zaman sekarang? Atau mungkin kerudung besarmu hanya di jadikan alat perangkap busuk supaya mendapatkan ikhwan yang diidamkan, bahkan bisa jadi kerudung besarmu hanya akan di jadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan.

Ukhti…
Tertutupnya tubuhmu tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu bahkan diri antum sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi?? Bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa di sadari melalui ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manis mu..

Ukhti…
Lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih dari pada itu, tapi akankah kelembutan suara antum sama dengan lembutnya kasihmu pada saudaramu, pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu??

Ukhti…
Lembutnya parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat segerombolan anak-anak Palestina terlihat gigih berjuang dengan berani menaruhkan jiwa dan raga bahkan nyawa sekalipun dengan tetes darah terakhir.. Akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan orang lain.

Ukhti…
Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah malam-malammu di lewati dengan rasa rindu menuju tuhanmu dengan bangun di tengah malam dan ditemani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu di selimuti dengan tebalnya selimut setan dan dininabobokkan dengan mimpi-mimpi jorokmu bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.

Ukhti…
Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti yang antum dapatkan, ataukah antum tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitu maksiat


Ukhti…
Cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan diri antum sendiri, pernahkah antum menyadari bahwa kecantikan yang antum punya hanya titipan ketika muda, apakah sudah tujuh puluh tahun kedepan antum masih terlihat cantik, jangan-jangan kecantikanmu hanya di jadikan perangkap jahat supaya bisa menaklukan hati ikhwan dengan senyuman-senyuman busukmu..

Ukhti…
Tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan semangatmu untuk berani menundukan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang akan antum hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu..

Ukhti…
Tajamnya tatapanmu yang menusuk hati, menggoda jiwa tidak menjamin sama dengan tajamnya kepekaan dirimu terhadap warga sesamamumu yang tertindas di palestina, pernahkah antum menangis ketika mujahid-mujahidah kecil tertembak mati, atau dengan cuek bebek membiarkan begitu saja, pernahkah antum merasakan bagaimana rasanya berjihad yang dilakukan oleh para mujahidah-mujahidah teladan..

Ukhti…
Lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati saudaramu yang senang bermaksiat. Coba antum perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman, saudara bahkan keluarga antum sendiri belum merasakan manisnya islam dan iman mereka belum merasakan apa yang antum rasakan, bisa jadi salah satu dari keluargamu masih gemar bermaksiat, berpakaian seksi dan berprilaku binatang yang tak karuan. Sanggupkah antum menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemuliaan Islam??

Ukhti…
Tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang Khaliqm.. Antum adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan terobrak abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul dijaga olehmu, banyak cara yang harus antum lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba….


Ukhti…
Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keluargamu sendiri, masihkah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan seperti riya dan sombong, pernahkah antum membanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telah diraih dan merasa diri paling wah, merasa diri paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas diatas rata-rata akhwat yang lain, sesombong itukah hatimu, lalu di manakah beningnya hatimu, dan putihnya cintamu

Ukhti…
Rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infaqmu ke mesjid atau mushola.. Sadarkah antum kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terliat kosong dan mengkhawatirka. Tidakkah antum memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang antum masukan, maukah antum di beri rizki sepelit itu.

Ukhti…
Rutinnya halaqahmu tidak menjamin serutin puasa sunnah senin kamis yang antum laksanakan, kejujuran hati tidak bisa di bohongi, kadang semangat fisik begitu bergelora untuk di laksankan tapi, semangat ruhani tanpa di sadari turun drastis, puasa yaumul bidh pun terlupakan apalagi puasa senin kamis yang dirasakan terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati antum, makanan fisik yang antum pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi.

Ukhti…
Manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang antum lewati, sikap ramahmu pada orang yang antum temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuek dan menyebalkan, kalau itu kenyataannya bagaiamana orang lain akan simpati terhadap komunitas dakwah yang memerlukan banyak kader, ingat!!! Dakwah tidak memerlukan antum tapi… antumlah yang memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah

Ukhti…
Rajinnya shalat malammu (tidak menjamin) keistiqomahan seperti Rosulullah sebagai panutanmu..

Ukhti…
Ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang Kholiqmu,
Masihkah antum senang bermanjaan dengan Tuhanmu dengan shalat dhuhamu, shalat malammu??
Ukhti…
Dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi.
Akankah nama harummu di sia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah antum ketika sang mujahid akan segara menghampirimu

Ukhti…
Masih ingatkah antum terhadap pepatah yang masih terngiang sampai saat ini bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik.
Jadi siap-siaplah sang syuhada akan menjemputmu di pelaminan hijaumu..

Ukhti…
Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga Rabbmu.
Maka tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimu

Ukhti…
Muhasabah yang antum lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan dan kebusukan kelakuan antum yang dilakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu.
Sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan sebelum tidur, antum tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah sampai kapan akhlaq busukmu di lupakan, kenapa muhasabah tidak dijadikan sebagai moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat yang baik hanya akan mendapatkan ikhwah yang baik

Ukhti…
Pernahkah antum bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan past.
Bukankah apa yang antum pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yang solehah dan seorang mujahidah??
Kenapa tidak dari sekarang antum mempersiapkan diri menjadi seorangan mujahidah yang solehah??

Ukhti…
Apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri antum, seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton TV yang tidak karuan dan hanya kan mengeraskan hati Sampai lupa waktu, lupa bantu orang tua, kapan akan menjadi anak yang birrul walidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan,
Mulai kapan antum akan mendapat gelar mujahidah atau akhwat solehah??

Ukhti…
Apakah pandanganmu sudah terpelihara, atau pura-pura nunduk ketika melihat seorang ikhwan dan terlepas dari itu matamu kembali jelalatan layaknya mata harimau mencari mangsa, atau tundukan pandangannmu hanya menjadi alasan belaka karena merasa berkerudung besar??

Ukhti…
Hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah antum menjaga izzah yang antum punya, atau sebaliknya antum bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang lain, kadang orang lain akan mempunyai persepsi disamaratakan antara akhwat yang satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo antum sendiri membuat kebobrokan akhlaq maka akan merusak citra akhwat yang lain

Ukhti…
Dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan istri yang solehah,

Siapkah antum sekarang menjadi istri solehah yang selalu didamba-dambakan oleh semua orang???


Read more ...»

Hidup Ini Begitu Indah...

On Monday, February 14, 2011 3 komentar

Biarkan aku terus berusaha, namun jangan biarkan aku menyerah... 
Biarkan aku terus bersyukur, karena hidup ini begitu indah...

Maha suci Allah dengan segala kebesarannya. Patutlah kita bersyukur atas segala rahmat yang terus Allah berikan kepada kita... Karena di hari ini, kita masih dapat diberikan kesempatan untuk memulai hari-hari, mengerjakan kebaikan, menjalan semua yang ia perintahkan.

Saudaraku, pernah kah kau merasa menyesal. Begitu menyesal saat mengingat betapa banyak waktu yang engkau siakan. Betapa banyak maksiat yang engkau kerjakan... Jika ia, maka kita patut mensyukurinya, karena Allah masih MEMBUKA hati kita. Bersyukurlah karena hati kita masih dapat MERASAKAN indahnya HIDAYAH. 

Bersyukurlah, karena kita masih dapat merasakan PENYESALAN. Karena banyak, manusia yang lalai tanpa mereka sadar bahwa mereka telah lalai, lalai dengan segala bentuk syukur kita pada Allah, lalai dengan amanah, lalai dengan semua tugas kita sebagai khalifah di bumi Allah ini....

Maka pagi ini, saudaraku...
Bakarlah semangat-semangatmu. Tumbuhkan tunas-tunas semangat yang hampir layu. Rawatlah ia, peliharalah ia, hingga semangat itu semakin tumbuh dan berkembang dalam dirimu. Jadikanlah ia sebagai obor peneranga yang akan terus menyinari hari-harimu. Membuatmu terus bersyukur karena Allah masih memberi kita kesempatan...

Terkadang kita tidak menyadari Allah terus memberi kita kesempatan, kita baru akan menyadarinya ketika Allah memberikan musibah kepada kita. Saat kita sakit, kita mengingat Allah, mengingat segala bentuk KESEMPATAN yang Allah berikan sewaktu kita sehat. Sewaktu kita sehat, kita dapat melakukan segala aktivitas dengan lancar, namun apakah aktivitas itu kita lakukan untuk mencari keridhaan-Nya? Atau kita melakukannya atas dasar kebutuhan dan pemenuhan hidup kita?

Saudaraku yang kucintai karena Allah,
Aku pun manusia yang dhoif, terkadang hati ini terasa mati, mati karena kurang bersyukur kepada Allah. Bukankah Allah telah menjanjikannya, "Jika engkau bersyukur maka akan kutambahkan nikmatmu... Jika tidak, maka ketahuilah azabku sungguh pedih..."
Kita sebagai hambanya, sudah sepantasnya menyerah diri padanya, bersyukur kepadanya melalui lisan dan perbuatan kita... Mencegah perbuatan yang munkar, melakukan perbuatan yang ma'ruf. Menjalan semua aktivitas hanya karenanya.

Saudaraku, pernahkah kau merenungkan, bahwa semua yang Allah perintahkan semata-mata untuk kita sendiri. Allah menyuruh kita berbuat baik, membina hubungan dengan manusia, bukankah kita yang merasakannya? Jika kita berbuat baik kepada orang lain, bukankah orang tersebut akan berbuat baik pula kepada kita?
Allah melarang kita mencuri, itupun semata-mata untuk kebaikan kita. Jika kita mencuri, orang di sekitar kita tidak aakn merespect kita, bahkan jika kita ketahuan mencuri, mereka malah berbondong-bondong menyerang kita. Pun selain itu, jika kita mencuri, ada perasaan bersalah yang akan menghantui, seakan hati nuraini kita sendiri pun menolak perbuatan itu. Seakan diri ini pun melarang perbuatan itu.

Mungkin, itu hanya sebuah contoh kecil. Jika kita merenungkannya lebih dalam, akan semakin terlihat jelas bahwa semua KEBAIKAN yang kita lakukan semata-mata untuk kita dan segala KEBURUKAN pun pada akhirnya kita yang akan merasakan akibatnya.
Maka, hari ini saudaraku... Bersyukurlah kita masih diberikan kesempatan untuk memulai hari, merajut benang-benang kebaikan... Karena Hidup ini begitu INDAH...

Semoga kita dapat berkumpul di surga Allah yang jauh lebih indah dari bumi dan segala isinya...

Maha Suci Allah Tuhan Semesta Alam, yang masih memberikan kesemapatan padaku untuk memulai hari ini,
Bumi Allah, Senin, 14 Februari 2010. 07.25 A.M
  

Read more ...»