Kesempatan untuk-ku...

On Thursday, March 17, 2011 0 komentar

Saat Hati ini rapuh,
Lemah,
Bahkan hampir terjatuh,
Kutahu Engkau kan selalu ada untukku...

Selalu,
Kau selalu memberikan Nikmat untukku,
Memberikan Rahmat dan terbaik untuk ku,

Padahal aku,
Aku sering lalai mengingatMu,
Sering melalaikan aktifitas kepada Mu

Sungguh Maha Besar Engkau,
Ampuni aku yg dhaif ini...
Dari semua kelalaian ku Ini...

Berikan ku kesempatan,
Untuk menjadi lebih baik lagi...
Untuk bisa lebih bermanfaat lagi...

Aminn...
Read more ...»

Tunggulah aku...

On 3 komentar

Menatap mimpi,
Menuju masa depan

Berjalan perlahan,
Melintas jarak dalam peluh kesah

Berlari, terjatuh, lalu kembali berlari...
Berlari, terjatuh, lalu kembali berlari...
Berlari, terjatuh, lalu kembali berlari...

Kan kukejar,
Kan kugapai,
Kan kubuktikan.

Aku mampu mengejarmu,
Dalam segala ketertinggalanku.

Aku mampu menggapaimu,
Walau kau telah lenyap menghilang,
Kau telah begitu jauh meninggalkanku.

Namun, 
Semua kan kubuktikan.
Aku mampu,
Aku mampu mengejarmu...
Aku mampu menggapaimu...

Karena itu,
Percayalah padaku...

Karena itu,
Tunggulah aku...

Read more ...»

Mengejar mimpi

On 0 komentar

Mengejar mimpi,
Kuterus berlari...

Mimpi yang begitu kuinginkan,
Mimpi yang sungguh aku inginkan...

Namun, Ia mengatakan tidak...
Ia pilihkan yang lain...

Ini kah yang terbaik?
Ini kah yang terbaik untukku?

***

Di tempat lain,

Seseorang berlari...
Berlari dan terus berlari...
Mengejar mimpi...

Mimpi yang kini semakin terlihat,
Ia terus berlari...
Berlari... dan berlari...

Dan kini... 
Mimpi itu kan menjadi nyata...
Read more ...»

Ya Allah, Aku Mulai Bimbang…

On 4 komentar



Ketika kumulai mempertanyakan...
Ketika ku mulai merasakan keraguan...
Ya Allah, tolong jangn biarkan aku semakin terpuruk dan keraguan yang sesungguhnya hanya berada di dalam imajinasiku...

Sering kali aku berpikir, mencoba menerima semua yang Engkau berikan kepadaku, aku terus memunculkan serta memusatkan pikiran bahwa Engkaulah yang Maha Mengetahu, Engkaulah yang lebih tahu apa yang terbaik bagi ku…
Namun, hari ini. Aku mulai mempertanyakan takdir-Mu. Mungkin ini bukanlah yang pertama aku berbuat kurang ajar seperti ini kepada-Mu. Begitu tak tahu dirinya diri ini hingga ia berani mempertanyakan semua yang Engkau pilihkan untukku. 
Ya, Allah sebisa mungkin aku terus bertahan. Aku selalu menyakinkan diri bahwa Engkau TELAH memberikan yang TERBAIK untukku. Dan aku terus mempertahankan kenyakinan itu.  
Ya Allah, 
Salahkah jika hari ini aku mulai bimbang?
Salahkah jika keyakinanku itu meluntur?
Salahkah jika hari ini aku benar-benar meragukan takdirmu?

Ya Allah.  Aku tahu, aku tak sepantasnya meragukan takdirmu. Tapi, ya Allah. Hari ini, aku benar merasa ini bukanlah yang terbaik. Aku mulai dihantui rasa iri dan cemburu, Aku mulai membanding-bandingkan nikmat darimu.
Ya, sungguh maafkanlah aku...


Ya, Allah bagaimana cara mengatasi segala keraguanku itu? Apa ini semua berhubungan dengan segala amal ibadahku yang semakin menurun? Apa Engkau kini tengah mengujiku? 
"Janganlah kau biarkan kebimbangan menghantuimu, karena bisa jadi segala kebimbangan itu hanya berasal dari angan-angan burukmu. Biasa jadi semua kegalauan itu muncul dari dalam bayang-banyang ketakutanmu..."
Maka kawan, mulai hari ini... 
Mari kembali mengokohkan hati, membangun bangunan kenyakinan atas dasar cinta kepada-Nya. Yakinlah bahwa Ia yang lebih mengetahui apa yang terbaik untuk kita...
Percayalah... 
Jika ia memang sedang MENGUJI kita, kita pasi dapat mengatasi dan menyelesaikannya... karena sesungguhnya Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas hambanya...
semangat karena Allah... 
\(^__^)/












Read more ...»

Ya Allah, Aku Lelah...

On Wednesday, March 9, 2011 7 komentar


Ya Allah, aku lelah...Ya Allah, bolehkah aku beristirahat?

Hari ini aku begitu terpuruk,dalam diam. Menahan semua rasa dan emosi. Menahan serta mencoba bertahan dengan semua beban yang menghimpit. Entah mengapa, hari ini tak seperti biasanya. Seperti bukan diriku yang selama ini kukenal. Aku merasa diri ini begitu berkecil hati, seaakan diri ini memulai aksi unjuk rasanya, menentang semua rutinitas yang selama ini kulakukan. Semua rutinitas yang selama ini aku bangun dengan keoptimisan. Meski tak memungkiri terkadang hati ini mendengus kesal, mencibir dan mengumpat betapa menyedihkannya hidup ini.
Namun semua rasa itu hanya kupendam, kupendam dan kukubur rapat-rapat. Aku tak mau ada orang yang tahu, aku tak mau ada orang yang merasa hidup ini begitu menyedihkan.


Aku percaya hidup ini begitu indah, semua nikmat dari Allah tercurah padaku. Seaakan tak ada habis-habisnya Ia menurunkan karunia dan rahmatnya. Namun diri ini begitu kerdil, menganggap besar suatu masalah yang kecil. Mendengus, dan hanya menggerutu betapa sulit dan besarnya beban hidupku. Hari ini, aku merasa begitu lemah, terbesit sebuah pertanyaan 


inikah titik lemahku?Inikah titik terendahku?Titik di mana aku mulai mengenal sebuah kata pesimis?

Ya Allah, bantu aku... Sungguh aku tak mau mengenal kata itu. Aku ingin terus bertahan! Aku ingin tetap berjuang di jalan ini!


Ya Allah, sungguh berilah diri ini kekuatan untuk tidak hanya sekedar menggerutu meski hanya sekejap, meski hanya terbesit di hati yang terdalam. 


Ya Allah, biarlah hati ini yang menatanya, biarlah mulut ini terkunci untuk mengatakan sebuah kritik dan gerutu yang hanya berharap semua kan menjadi lebih mudah tanpa ada aksi yang nyata. 
Biarlah mulut ini tetap terkunci agar ia tak menyalahkan keadaan, agar ia tetap menatap jauh bahwa ia pasti mampu menghadapinya.
Biarlah hanya telinga ini yang mendengar, kala semua orang mulai menggerutukan nasib dan hidupnya. Kala semua mulai menyalahkan takdir yang telah Engkau gariskan. 
Biarlah hanya telinga ini yang bekerja, mendengar lalu beristigfar... 

Membalas semua gerutu mereka dengan senyum keoptimisan, sebuah senyum penyemangat bahwa Engkau sungguh Maha Bijaksana telah menempatkan pada posisi yang sulit...
Hingga pada akhirnya nanti aku kan tumbuh menjadi seseorang yang lebih baik lagi, lebih bermanfaat dan lebih tangguh dari aku hari ini...


Read more ...»

Makna dibalik kisah sholat 5 waktu...

On Friday, March 4, 2011 2 komentar



Ali bin Abi Talib r.a berkata :
"Sewaktu Rasullullah S.A.W duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Ansar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi, lalu berkata: Ya Muhammad, kami hendak tanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa A.S.yang tidak diberikan
kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.'

Lalu Rasullullah S.A.W.bersabda: 'Silahkan bertanya.'
Berkata orang Yahudi:'Silahkan terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.'

Sabda Rasullullah S.A.W.:'Sembahyang Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada TuhanNya,
Sembahyang Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam A.S. memakan buah Khuldi,
Sembahyang Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam A.S.,maka setiap mukmin yang bersembahyang Maghrib dengan ikhlas kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya.
Sembahyang Isya' itu ialah sembahyang yang dikerjakan oleh para Rasul-Rasul sebelumku,

Sembahyang Subuh adalah sebelum terbit matahari, ini kerana apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya tiap orang kafir.'
Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah S.A.W. maka mereka berkata: 'Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad, katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan di dapati oleh orang yang sembahyang.

Rasullullah S.A.W bersabda:
'Jagalah waktu-waktu sembahyang terutama sembahyang yang pertengahan,
Sembahyang Zuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam, orang mukimin yang mengerjakan sembahyang pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya wap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.'

Sabda Rasullullah S.A.W. lagi: 'Manakala sembahyang Asar, adalah saat di mana Nabi Adam A.S. memakan buah Khuldi. Orang mukmin yang mengerjakan sembahyang Asar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.'

Setelah itu Rasullullah S.A.W. membaca ayat yang bermaksud:'Jagalah waktu-waktu sembahyang terutama sekali sembahyang yang pertengahan,sembahyang Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam A.S. diterima. Seorang mukmin yang ikhlas mengerjakan sembahyang Maghrib kemudian meminta sesuatu dari Allah maka Allah akan perkenankan.

'Sabda Rasullullah S.A.W. : 'Sembahyang Isya' (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan sembahyang Isya' berjamaah, Allah S.W.T. haramkan dari terkena nyalanya api neraka dan diberinya cahaya untuk menyeberangi titi sirath.'

Sabda Rasullullah S.A.W. seterusnya: 'Sembahyang Subuh pula, seorang mukmin yang mengerjakan sembahyang subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberi oleh Allah S.W.T. dua kebebasan yaitu:
1. Dibebaskan dari api neraka.
2. Dibebaskan dari nifaq.
Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah S.A.W. maka mereka berkata: 'Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (S.A.W). Kini katakan pula kepada kami semua kenapakah Allah S.W.T. mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?'.

Sabda Rasullullah S.A.W.: 'Ketika Nabi Adam memakan buah pohon yang dilarang,lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam A.S.selama 30 hari. Kemudian Allah S.W.T. mewajibkan ke atas keturunan Adam A.S. berlapar selama 30 hari. Sementara izin makan di waktu malam itu adalah sebagai kurnia Allah S.W.T. kepada makhlukNya.'
Kata orang Yahudi: 'Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami ganjaran pahala yang diperolehi dari puasa itu.'

Sabda Rasullullah S.A.W.: 'Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah S.W.T. dia akan diberi oleh Allah S.W.T. tujuh perkara:
1. Akan dicairkan daging haram yg tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh dengan makanan yang haram).
2. Rahmat Allah sentiasa dekat dengannya.
3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal.
4. Dijauhkan dari merasa lapar dan haus.
5. Diringankan baginya siksa kubur (siksa yang sangat mengerikan).
6. Diberikan cahaya oleh Allah S.W.T. pada hari Kiamat untuk menyeberang titian sirath.
7. Allah S.W.T. akan memberinya kemudian di syurga.'

Kata orang Yahudi: 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu antara semua para nabi-nabi.'
Sabda Rasullullah S.A.W.:'Seorang nabi mengunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat pada umat saya di hari kiamat).'

Kata orang Yahudi: 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad, kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu Alla illaha illallah, wa annaka Rasulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan kecuali Allah dan engkau utusan Allah).'
"Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah2an. Dan berilah berita gembira kepada orang2 yang sabar." (Al-Baqarah : 155)
Disebutkan di dalam satu riwayat, bahawasanya apabila para makhluk dibangkitkan dari kubur, mereka semuanya berdiri tegak di kubur masing masing selama 44 tahun UMUR AKHIRAT dalam keadaan TIDAK MAKAN dan TIDAK MINUM, TIDAK DUDUK dan TIDAK BERCAKAP.

Bertanya orang kepada Rasulullah saw : "Bagaimana kita dapat mengenali ORANG-ORANG MUKMIN kelak di hari qiamat?"

Maka jawabnya Rasulullah saw,"Umat dikenal kerana WAJAH mereka putih disebabkan oleh WUDHU'."

Bila qiamat datang maka malaikat datang ke kubur orang mukmin sambil membersihkan debu di badan mereka KECUALI pada tempat sujud. Bekas SUJUD tidak dihilangkan. Maka memanggillah dari zat yang memanggil.

Bukanlah debu itu dari debu kubur mereka, akan tetapi debu itu ialah debu KEIMANAN mereka. Oleh itu tinggallah debu itu sehingga mereka melalui titian Siratul Mustaqim dan memasuki alam syurga, sehingga setiap orang melihat para mukmin itu mengetahui bahwa mereka adalah pelayan Ku dan hamba-hambaKu.

Disebutkan oleh hadith Rasulullah saw bahwa sepuluh orang yang mayatnya TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam tubuh asal diwaktu mati :
1. Para Nabi
2. ParaAhli Jihad
3. ParaAlim Ulama
4. ParaSyuhada
5. ParaPenghafal Al Quran
6. Imam atau Pemimpin yang Adil
7. Tukang Azan
8. Wanita yang mati kelahiran/beranak
9. Orang mati dibunuh atau dianiaya
10. Orang yang mati di siang hari atau di malam Jumaat jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman.

Di dalam satu riwayat yang lain dari Jabir bin Abdullah ra sabda
Rasulullah saw:

Apabila datang hari qiamat dan orang orang yang berada di dalam kubur dibangkitkan maka Allah swt memberi wahyu kepada Malaikat Ridhwan :

Wahai Ridhwan, sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba Ku berpuasa (ahli puasa) dari kubur mereka di dalam keadaan letih dan dahaga. Maka ambillah dan berikan mereka segala makanan yang digoreng dan buah buahan syurga.

Maka Malaikat Ridhwan menyeru, wahai sekelian kawan-kawan dan semua anak-anak yang belum baligh, lalu mereka semua datang dengan membawa dulang dari nur dan berhimpun dekat Malaikat Ridhwan bersama dulang yang penuh dengan buahan dan minuman yang lazat dari syurga dengan sangat banyak melebihi daun-daun kayu di bumi.

Jika Malaikat Ridhwan berjumpa mukmin maka dia memberi makanan itu kepada mereka sambil mengucap sebagaimana yang difirman oleh Allah swt di dalam Surah Al-Haqqah bermaksud :
"Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan AMAL yang telah kamu kerjakan pada HARI yang telah LALU itu."

* Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Islam yang lain. Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah mati. "Dan (ingatlah) Allah sentiasa mengetahui dengan mendalam akan apa jua yang kamu lakukan." (Surah Al-Baqarah : 237 )

Read more ...»

So as Long as I live I love you

On Wednesday, March 2, 2011 0 komentar


So as long as I live I love You,
 And from now to my very last breath, I will always love You...
You will be my every reason and You're all that I believe in...


Terkadang terbisit dalam diri ini seberapa besarkah cintaku untuk-Nya?
Terkadang diri ini merasa malu, merasa begitu hina... merasa terpuruk jika mengingat akan semua cinta-Nya. Ia selalu memberikan rahmat dan kasinh sayang-Nya padaku. Meski aku masih saja berbuat maksiat pada-Nya, meski tak jarang aku menunda-nunda apa yang ia perintahkan kepadaku.
Terkadang diri ini, hanya dapat diam membisu, ketika aku mulai bertanya, "Seberapa besarkah cintamu pada-Nya?"
Diri ini hanya dapat menunduk tanpa memberikan jawaban yang nyata. Terdiam dalam segala kemaluan yang teramat dalam, karena memang cintaku untuk-Nya masih belum seberapa jika dibandingkan dengan cinta yang Ia berikan kepadaku...


Bukankah Ia-lah Sang pemilik Cinta, Sang pengikat hati semua insan...
Lalu mengapa begitu sulit diri ini memfokuskan cinta terbesarnya hanya untuk Sang pemilik cinta?
Mengapa diri ini masih terlarut dalam cinta-cinta semu yang bahkan hanya akan mendatangkan kemudharatan?


Ya Allah, sungguh diri ini ingin dapat terus mencintai-Mu, selama aku hidup, hingga nafas terakhir yang terhembus...
Sungguh diri ini ingin memposisikan rasa cinta pada-Mu sebagai dasar atas rasa cinta pada yang lain,
semua cinta yang berlandaskan kesucian, Cinta karena Allah...
Cinta yang tumbuh dari kesucian diri, yang tumbuh dan berkembang tanpa pamrih, cinta yang berusaha untuk selalu memberi yang terbaik...
Cinta yang semata-mata hanya mengharap Keridhaan-Mu...


Sungguh Ya Allah, bantulah diri ini agar aku dapat mengatakannya secara lantang, mempertanggungjawabkannya dengan perbuatan...


"So as long as I live I love You...
 And from now to my very last breath, I will always love You...
You will be my every reason and You're all that I believe in..."

Read more ...»